Nama saya Yohanes Aryasena Hendiarto—orang-orang biasa memanggil saya Arya. Cerita saya bermula di Klaten, Jawa Tengah, tempat saya dilahirkan pada 18 Mei 2007. Perjalanan akademis saya terbilang cukup dinamis dan berpindah kota, dimulai dari masa kecil di KB-TK hingga SD Pangudi Luhur Soegijapranata Klaten, sebelum akhirnya melanjutkan sekolah ke Jakarta di SD Tarakanita 3, SMP Tarakanita 5, dan SMA Charitas. Dari ruang-ruang kelas sekolah hingga waktu senggang di rumah, saya selalu tertarik pada hal-hal yang menuntut kedalaman berpikir. Salah satu kegemaran utama saya adalah menyelami gim strategi berat yang menguras otak—sebuah hobi yang tanpa saya sadari melatih pola pikir analitis dan struktur perencanaan saya.
Titik balik terbesar dalam hidup saya terjadi saat menginjak usia 16 tahun, tepatnya ketika duduk di kelas 10 SMA. Di sanalah minat dan passion saya terhadap komposisi musik mulai membara. Saya jatuh cinta pada kemegahan dan kedalaman eksplorasi bunyi, terutama musik orkestra dan paduan suara. Secara khusus, saya menaruh kekaguman yang sangat besar pada karya-karya maestro klasik seperti Georg Friedrich Händel, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven. Bagaimana mereka menyusun kontrapung, harmoni, dan struktur emosi dalam balutan orkestrasi menjadi sumber inspirasi utama yang terus membakar semangat berkarya saya.
Keinginan untuk mendalami dunia bunyi secara utuh membawa langkah saya kembali ke Yogyakarta. Saat ini, saya menempuh pendidikan tinggi di Program Studi S-1 Penciptaan Musik, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Di kampus seni ini, saya terus mengasah intuisi, teknik aransemen, dan bahasa musik saya sendiri. Bagi saya, musik bukan sekadar susunan nada yang indah, melainkan arena pemikiran tempat struktur dan kebebasan bertemu. Dalam berkarya, saya memegang teguh satu prinsip utama: di dunia seni modern, tidak ada lagi aturan yang membelenggu. Berbekal pondasi klasik yang kokoh dan keberanian menembus batasan tradisi, saya terus melangkah untuk melahirkan karya-karya komposisi dan orkestrasi yang autentik.